JAMBI INDAH.. Harta Karun 2019

Sebenarnya lokasi ini bukan tujuan utama hari itu

Pagi baru saja bangun dari tidurnya saat saya beres-beres kamar, setelah cek perlengkapan dan dirasa pas.. langsung saya gerak dari rumah membelah jalanan kota Jambi yang masih lengang, tujuannya sudah di set dari malam sebelumnya, saya akan menuju ke satu titik diterminal simpang rimbo, jalan-jalan pagi ini sekalian melepas penat setelah 2 minggu tidak melihat kendaraan-kendaraan panjang.

Sampailah saya dilokasi, apa yang diincar pun ada.. dia parkir manis ditempat dimana teman-temannya biasa istirahat, pagi itu Laju Prima dengan nomor kaca 229 ikut menyemarakkan kantong parkir yang didominasi Sari Mustika. Meski begitu saya terpaksa mundur teratur, saya lupa kalau tiap sabtu pagi parkiran ini disulap jadi tempat senam oleh ibu-ibu dilingkungan sekitar. Selain ruang gerak pengambilan gambar bakal terbatas, musik latar senamnya tentu akan berpengaruh ke narasi video saat direkam.

Sempat sekedar ambil gambar sebelum meninggalkan keramaian pagi disana, perjalanan dilanjut dengan menyisir cucian bang Lubis yang jadi basecampnya RAPI, pagi itu kelihatan lengang tapi ada yang beda parkir menjorok kearah jalan, ada Qitarabu warna oranye yang baru saja rombak wajah ke angry Jetbus 3, dia terlihat seperti orang yang emosi, ngerii.. mau mampir takut dimarahi nanti sama headlamp-nya hehehe.

Singkatnya saya sarapan didekat travel Ratu Intan, dari sini kepikiran dengan sang legenda satu ini.. niatan ke PO. Jambi Indah jadi makin kuat, tanpa perlu waktu lama akhirnya direalisasikan setelah bayaran lontong 10 ribu rupiah, sekitar 5 menit berkendara saya tiba disana, kebetulan lokasinya memang cukup dekat dari tempat sarapan tadi.

Sambil ngomong sendiri mulailah saya rekam bagian bangunan yang pernah mengisi masa kanak-kanak dulu. Karena bangunannya tetap berfungsi sampai hari ini, jalan pembuka saya mulai dengan mencari tahu siapa pemilik bangunan tersebut, beruntung sekali saya langsung ketemu dengan salah satu anak dari pemilik PO. Jambi Indah, usahanya menempati pojok paling kanan petak ini.

Sekitar seperempat jam saya dan bapak tadi cerita-cerita sebelum izin untuk melihat armada yang dikatakan beliau, jujur lewat perbincangan ini saya baru tahu jika masih ada satu yang tersimpan disini. Langkah awal saya kembali masuk ke Jambi Indah tentu bukan langkah biasa, ini memang mengulas tentang masa lalu, spot setelah pintu masuknya adalah lokasi yang dahulu menjadi tempat armada parkir.

Setelah mengulas sebentar tempat tadi, saya berpindah ke titik yang diinformasikan bapak pemilik tempat ini, lokasi dimana masih ada satu unit yang tersimpan dan sudah berdiam lama dipojokan.

Dan benar saja dari kejauhan dia langsung bisa saya kenali, kenangan-kenangan masalalu seketika menyeruak, seperti membuka kotak pandora yang lama terkunci, kepingan-kepingan ingatan berterbangan dan kembali tersusun pagi itu.

Eksepresi saya tidak bisa bohong.. menyaksikan armada ini masih dengan tampilan aslinya tentu jadi momen luar biasa, bisa jadi saya adalah orang luar dan penggemar bus di Indonesia yang pertama mengabadikannya setelah puluhan tahun terlewat.. ah bahagia sekali rasanya.




Baru dari tampak belakangnya saja sudah berhasil memutar waktu, AC thermo king kotak yang digunakan sebenarnya masih bisa ditemui saat ini, hanya saja bila kita membahas lampu belakangnya tentu jadi beda ceritanya. 

Lampu sedan Mercedes-benz yang ngehits pada zamannya disematkan pada bodi kendaraan besar ini.. dulu Bapak saya bilangnya lampu “Babybenz”, Jambi Indah membukukan riwayat mengaspal sejak tahun 1983 sampai akhirnya absen panjang di 2002, selama berkiprah di lintas antara pulau Sumatera - Jawa ada 2 industri karoseri yang dipercaya menggarap bodinya, ada Tugasanda Jawa Timur dan Restu Ibu Bogor yang merupakan bagian dari Bluebird.

Namun untuk bodi yang dilihat kemarin, popularitas saat model ini booming dipegang oleh Jetliner garapan karoseri Rahayu Santosa, wajar bila demikian.. karena Jetliner yang jadi pelopor bodi Indonesia mengadopsi model bodi O404 garapan Jerman, Jetliner juga yang pertama menggunakan model lampu belakang seperti ini, itu alasan kenapa model bodi tersebut lebih gampang dikomparasikan dengan Jetliner RS.

Warna putih menjadi kelir dasar Jambi Indah, corak garis warna-warni seperti pelangi menyerong dibagian buritan, aksen serupa juga tampak dirumah-rumah AC thermoking model lancip yang nongkrong dibagian atap, huruf Jambi Indahnya berwarna merah hati.

Dibawah bangunan garasi yang terlihat sudah sangat jarang disambangi ini, sebenarnya ada dua unit Jambi Indah yang terlihat, jika satu unit utuh dengan bodi.. berbeda dengan satunya lagi yang tinggal chassis saja, entah kemana bodinya.. mungkin diangkat dan dijual.

Kembali ke bodi O404 garapan Tugasanda ini, secara keseluruhan dia satu tarikan dengan Jetliner hanya saja dibagian depan perbedaan kentara terlihat, jika Jetliner dan Partrior Morodari menggunakan paketan lampu Mercedes-benz depan belakang, berbeda dengan bodi Jambi Indah ini, headlampnya kotak.

Dari awal kemunculannya Jambi Indah sudah fokus dengan pabrikan Mercedes-Benz, mulai dari armada mesin depan dan belakang dia punya, sebut saja Mercy OF1113, OH 1113, OH 1518 dan terakhir memboyong OH 1521 Intercooler.

Bagian interiornya luput dari pengamatan, saya tidak masuk kedalam mempertimbangkan armada ini sudah parkir lama, bisa jadi sudah belasan atau mungkin puluhan tahun berdiam disini, bahkan atap parkirannya pun sudah jatuh dan rawan terjun bebas.

Setelah puas mengamati warisan Jambi Indah sekaligus masterpiece yang terlupakan tersebut, saya selesai juga dengan bodi yang terselamatkan ini, sebelum pulang saya coba flashback pengalaman perjalanan saya dan keluarga dengan PO ini, yang paling diingat adalah bus ini memiliki gorden tarik khas karoseri tugasanda yang jadi poin tersendiri pada masanya.

Dari PO ini juga saya pertama kali mengenal Lintas Sumatera, yang masih bisa saya ingat adalah rumah-rumah panggung disekitar Sumatera Selatan.. mungkin diantara Lintas Tengah Muara Enim.

Sebelum pulang saya amati lagi sudut-sudut bangunannya, tempat yang sudah makan asam garam dan melewati berbagai musim ini sekarang berubah menjadi Sekolah Tahfidz, informasi dari ahli warisnya bangunan sengaja dialih fungsikan mempertimbangkan tidak ada aktivitas lagi setelah Jambi Indah stop beroperasi.

Sekarang usaha “BONE AIR” dipojok kanan bangunan adalah versi lain dari Jambi Indah, berdiri disini benar-benar campur aduk rasanya, benar-benar membawa ke masa lalu.

Salam,
JD


Hari ini 11 September 2019
Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa
Sekaligus 
Presiden ke -3 Republik Indonesia.
Selamat Jalan Bapak B.J. Habibie.. selamat bertemu kembali dengan cinta sejati





Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar untuk "JAMBI INDAH.. Harta Karun 2019"

  1. Thank om rio,ini yg saya suka..
    Bahasa yg gampang dicerna dan tidak membosan kan tuk membaca nya..terus berkarya om JD/RGDV.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel