A.N.S bukan hanya Morodadi

A.N.S bukan hanya Morodadi

Magnet bus baru ternyata masih sama sampai hari ini, meski tahun sudah berganti dan wajah-wajah baru bermunculan ternyata hal ini punya daya tarik tersendiri dan kekuatannya malah cenderung lebih besar karena campur tangan teknologi informasi, sebenarnya banyak alasan yang menjadikan hal tersebut cukup spesial mulai dari yang penasaran ingin melihat bahkan sampai dengan mencoba atau sekedar cuci mata sesaat dan tidak ingin ketinggalan dengan euphoria tersebut.


Saya yang sudah lama absen dengan hal-hal demikian, jika ditanya apakah masih mengikuti perkembangan? bisa dibilang sudah bertahun dan sekian kali rilisnya bus Sumatera terbaru lepas dari pengamatan, hanya sekelebat kabar yang didapat itupun jika tidak sengaja atau dari teman-teman yang kebetulan membahasnya semisal kopi darat, tapi untuk yang satu ini beda.. setelah menyaksikan bagaimana wujudnya dari tangkapan lensa, puasa panjang saya seperti menanti waktu berbuka setelah melihat tampilan bodi dengan kemasan berbeda dan seperti memutar waktu kembali ke era model bus yang semestinya.


Hal lumrah jika selera tiap orang berbeda, bahkan jika dijabarkan secara spesifik-pun meski dengan objek yang sama tetap tidak akan pernah serupa secara detail apa yang mendasari rasa suka tersebut, belakangan konstruksi bodi bus mengalami perubahan yang sangat signifikan dan ini dilakukan tidak hanya oleh satu pembuat konstruksi bodi kendaraan panjang tersebut, tetapi seluruh karoseri besar di Indonesia seperti kompak menganut aliran ini.


Yang paling mencolok adalah penggunaan kaca depan bertingkat dengan bagian tengah diberi rangka pemisah, lewat pengetahuan saya yang pendek ini jika bicara spek teknis hal yang demikian memang lebih kokoh dibanding bila menggunakan satu lembar kaca secara penuh, tapi tentu saja ada yang harus dikorbankan.. Visibilitas atau ruang pandang khususnya bagi pengemudi.


Bodi dengan konsep Super High Deck memang pas jika menggunakan model kaca depan terpisah karena dari hitungan tingginya masuk, tapi akan beda cerita dengan High Deck atau bahkan bodi-bodi lama yang "dipaksa" mengikuti tren masa kini oleh pemilik agar tidak ketinggalan zaman atau mungkin supaya lebih sedap dipandang dalam versi yang punya.


Seperti yang saya katakan diatas tadi, konsep 2 kaca depan bertingkat memang oke tapi wajib juga melihat aspek-aspek lainnya, karena dilapangan bisa kita lihat bersama tinggi dashboard tetap mengikuti ukuran ketika diaplikasikan pada kaca tunggal, hal ini sudah pasti nyaris mengambil ruang seperempat dari bidang kaca yang digunakan kru untuk melihat kedepan, sementara tulangan pemisah antara kaca atas dan bawah sudah hampir sejajar dengan kepala.


Tanpa berpanjang lebar lagi, ketertarikan saya pada bodi rilisan terbaru dari Morodadi ini karena mengusung kembali konsep kaca depan tunggal setelah tahun 2015 industri karoseri tanah air fokus ke genre kaca depan bertingat, tidak sampai hanya kembali dengan kaca tunggal saja, karoseri Morodadi mengaplikasikannya pada bodi tinggi dan membuat ruang pandang kedepan baik dari posisi pengemudi dan penumpang benar-benar lega, sebenarnya hal ini sudah pernah dilakukan oleh karoseri lain tapi untuk selera pribadi besutan Morodadi yang paling pas racikannya.


Berangkat dari sini akhirnya saya mencoba mencari tahu tentang informasi bodi yang diberi nama New Patriot tersebut, satu nama tenar pada masanya yang kembali digunakan Morodadi.. dimulai dari nama Patriot sampai dengan New Patriot era 90-an, dimasa itu bodi ini hadir dibanyak perusahaan otobis pulau Jawa dan tentu saja Sumatera juga tak mau ketinggalan, bisa jadi ini adalah alasan Morodadi kembali dengan nama tersebut,  mengembalikan nama New Patriot ke masa keemasannya.


Sepertinya cukup untuk pembahasan konsep bodi dan karoseri yang mengusungnya, sekarang giliran perusahaannya yang akan diulas bermodalkan informasi yang saya tahu dan yang didapat secara tidak langsung dari kawan-kawan sehobi baik dari sosial media, forum, milis dan sebagainya. 


PT. Anas Nasional Sejahtera atau lebih akrab dengan nama A.N.S adalah salah satu mitra Morodadi yang loyal bekerjasama dengan karoseri tersebut, perusahaan asal Sumatera Barat ini sudah melayani penumpang angkutan darat Antar Kota Antar Provinsi sejak puluhan tahun lalu, nama Morodadi tak pernah absen dari jajaran armadanya dan berikut adalah dokumentasi yang pernah saya ambil disambung dengan koleksi dari sosok hebat yang membawa kita melanglang buana ke masa lalu.




Dimulai dari foto-foto yang saya ambil tahun 2009 ketika arus mudik dengan lokasi disebuah parkiran rumah makan di Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Jambi dan Palembang, saat itu kelas Super Eksekutif masih dibuka ANS untuk jalur Padang - Jakarta - Bandung p/p, barisan armada-armada ini sekarang tinggal cerita karena sudah regenerasi dengan unit-unit baru.


Dan berikut adalah koleksi foto yang pernah didokumentasikan oleh seorang Bismania sejati semasa hidupnya, abang kita Alm. Machrizal Masri salah satu putra Sumatera Barat yang besar di Ibu Kota, tanpa perlu caption sekalipun koleksi foto-foto beliau ini seperti bisa bercerita.


















Apa yang pernah saya lihat pada liputan arus mudik TVRI diperkuat dengan informasi penting dari Uda Mack. Jika dalam perjalanannya A.N.S pernah menggunakan bodi selain buatan karoseri Morodadi Prima yang berbasis di Malang Jawa Timur. Ada dua nama karoseri lain yang sempat dikelir dan diberi nama A.N.S pada bodinya. Starliner dari karoseri GMM dan untuk kelas Non-AC pernah juga diisi oleh Setra buatan karoseri KSP Bogor. 




Lewat obrolan dan dokumentasi beliau akhirnya saya punya bahan untuk menggambar digital bagaimana kira-kira bentuk samping dari bus tesebut.


Starliner GMM

Dokumentasi lain terkait Starliner garapan karoseri GMM (German Motors Manufacturing) diperkuat dengan foto dengan kualitas sangat baik kepunyaan mas Hiyus Kudungga yang entah diambil tahun berapa, tapi yang pasti garis-garis bus ini tampak jelas dengan papan trayek saat itu menuju kota di timur Jawa.



Masa-masa tersebut sudah puluhan tahun berlalu, rute yang pernah dijajal A.N.S mulai dari Aceh hingga ke Denpasar saat ini telah libur panjang, sekarang perusahaan fokus pada penumpang Sumatera Barat yang akan bepergian ke Jabodetabek dan Bandung atau sebaliknya.


Meski sudah banyak perubahan yang terjadi, cerita-cerita tadi akan menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang PT. Anas Nasional Sejahtera yang sudah puluhan tahun beradaptasi dengan dinamika dunia transportasi darat pada khususnya.